Becky Craft Borneo - From Borneo with Love

15:11 Globe and Bag 4 Comments

tas rotan anyaman dari Balikpapan

Indonesia itu kaya sekali dengan hasil kerajinan tangannya. Batik, tenun ikat, tas anyaman dan masih banyak lagi. Jika kita pernah ke Borneo tepatnya ke Balikpapan ada sebuah pasar yang menjual beberapa barang kerajinan Borneo seperti tas anyaman yang biasa dipakai suku Dayak. Dari dulu saya sudah penasaran gimana mendapatkannya, karena terlihat keren dan tidak biasa.

Sampai suatu hari saya bertemu dengan IG @beckyborneo. Setelah berkirim email saya baru tahu kalau pemiliknya adalah seorang wanita Batak bernama Utet yang sangat mencintai kerajinan-kerajinan tangan khas Indonesia dari Borneo dimana Utet sekarang tinggal yaitu Balikpapan. 


Awal mulanya berdirinya Becky Craft diawali saya bekerja di bidang kebudayaan Kalimantan
Karena seringnya Utet mengikuti beberapa pameran membuatnya terinspirasi untuk membuat karya seni sendiri yaitu berupa tas anyaman mix kulit yang saya kembangkan dengan model yang lebih stylish/modern (Model tasnya bisa dilihat di ig : beckyborneo) 

Iseng-iseng Becky membuat beberapa tas dan menjualnya di beberapa pameran yang bekerjasama dengan disperindagkop Balikpapan dan Alhamdullilah tas nya terjual. Dari sanalah Utet berfikir ternyata design tas anyaman bisa diterima dan memiliki potensial untuk di jual. 


Dan akhirnya Utet saat ini bisa memproduksi sampai sekarang walaupun jumlah tas yang diproduksi tidak banyak, (max 12 item) kenapa? Ini dikarenakan bahan anyaman nya sangat sulit didapatkan karena Utet langsung mengambilnya dari beberapa desa di pedalaman seperti Bentian, Eheng (Kutai barat), Tenggarong dan daerah ini susah sekali mendapatkan sinyal dan komunakasipun terbatas. Ditambah lagi harga anyaman tikar motif Dayak yang mereka gunakan untuk membuat tas ini tidak terbilang murah. 





Jika ditanya must item apa yang ada di tempat  BeckyCraft,  maka jawabannya adalah Anjat (tas rotan) khas dayak yang bermotif dengan harga Rp 250 S/d 275/ item, Anjat mungkin bagi orang Kalimantan sudah cukup dikenal dengan motif Dayak nya yang beragam, namun selera orang lokal disini masih kurang terhadap Anjat. Untuk Persedian Anjat jangan khawatir stock nya bisa dikatakan ready stock dengan jumlahnya cukup banyak, dengan motif beraneka ragam. Uniknya Anjat yang kita miliki memiliki motif yang variatif hampir satu dengan yang lainnya tidak sama. 


Dan Anjat kami memiliki keunggulan kenapa? Karena memiliki standar kualitas yang cukup terjaga. Selain bahan alami dari rotan yang prosesnya 100 % handmade tanpa mengunakan mesin. Dan lebar anyamannya sangat kecil tidak besar sehingga motif anyamannya terlihat cantik dan halus,  dengan kualitas seperti itu tentu  harga yang dibandrol  diatas nilainya sesuai dengan kualitas yang mereka punya. Belum lagi pewarnaan hitam yang digunakan dari pewarnaan alam. 






Sedangkan tas anyaman yang Utet design sendiri dengan menggunakan kulit sapi, harganya berkisaran 500 s/d 850 ribu. Rasanya dengan bahan kulit asli dan anyaman Kaltim yang mereka punya harga tersebut bisa dikatakan sesuai dan pas. 


Selain Anjat adapun beberapa barang yang mereka jual seperti tikar anyaman, keranjang rotan khas Dayak dan kain yaitu sulam tumpar dan ulap doyo khas Dayak benoaq kalo yang ini Utet bekerjasama dengan pengrajin di Tenggarong. Utet membantu menjualkan beberapa produk mereka yang banyak sekali diminati dari beberapa kalangan pengrajin tas kulit.


Dengan bisnis seperti ini tentu saja Utet sudah membantu para pengrajin lokal ya kan, dan untuk kita tentu saja tas-tas anyaman ini akan memberikan penampilan yang berbeda. 


Untuk sementara jika berminat dengan barang-barang kerajinan dari Borneo bisa langsung menghubungi IG @Beckyborneo.










4 comments:

Thanks for your comments and love!

Please follow our Facebook Page and Instagram at : @globeandbag
See you there !


/Globe And Bag